TARIAN 5 DAERAH INDONESIA
TARIAN DAERAH
1. Tari Tradisional Aceh
- Tari Saman

Tari Saman
Tari saman yaitu tarian asal suku hayo yang ada di Aceh. Tari saman ini mulai dimaksimalkan mulai dari abad ke 14 oleh seorang ulama besar yang bernama Syekh Saman. Awalnya tarian ini cuma sekadar permainan rakyat yang sebelumnya diberikan nama Pok Ane.
Kemudian kebudayaan Islampun masuk ke tempat Gayo sehingga dua kultur ini berakulturasi, dan menyebabkana perubahan mulai dari lagu pengiring permainan Pok Ane yang sebelumnya cuma sekadar komplemen, sekarang menjadi nyayian yang dipenuhi oleh arti dan makna kebanggaan untuk Allah. Adat Islam ini juga mengubah sebagian gerakan tari saman mulai dari gerakan tepukan tangan dan perubahan tempat duduknya.
- Tari Laweut Aceh

Tari Laweut Aceh
Tari Laweut merupakan salah satu tarian tradisional yang berasal dari Provinsi Aceh. Pada mulanya, budaya tarian ini berasal dari daerah Kabupaten Pidie diprovinsi Aceh, Indonesia. Dengan seiring perkembangan zaman, budaya tari ini menyebar keseluruh daerah di Provinsi Aceh.
Tari Laweut ini sering disebut juga dengan Tari Seudati Inong, dikarenakan dari segi jumlah penari, gerakan-gerakannya, proses, pola tarian, dan teknik dari tarian ini sangat mirip seperti Tari Seudati. Kedua tarian ini sama-sama ditarikan oleh 8 penari wanita dan 1 orang syahi (penyanyi) musik yang sekaligus memimpin gerakan penari lainnya. Yang membedakan dari kedua tarian ini yaitu kekhasan Tari Seudati menggunakan tepukan dada, sedangkan pada Tari Laweut menggunakan tepukan paha dan bukan dada.
2. Tari Tradisional Sumatera Utara
- Tari Tor-Tor Tujuh Cawan

Tari Tor-Tor Tujuh Cawan
Tor Tor Sipitu Cawan adalah salah satu jenis tari tor tor yang berasal dari budaya masyarakat Batak di Sumatera Utara. Tarian ini sedikit berbeda dengan tari tor tor yang sering kita lihat. Tari Tor Tor Sipitu Cawan ini biasanya dibawakan oleh para penari wanita dengan membawa beberapa cawan yang ditaruh di bagian badan sebagai ciri khas dan property menarinya.
Tarian ini tergolong tarian sakral dan hanya ditampilkan di acara-acara tertentu saja. Selain kesakralannya, tarian ini memiliki gerakan yang sangat unik dan cukup sulit, sehingga tidak bisa dilakukan oleh sembarang penari. Namun karena itulah, Tari Tor Tor Sipitu Cawan ini tergolong sebagai tarian yang mempunyai nilai seni yang tinggi.
Tari Endeng-Endeng

Tari Endeng-Endeng
Tari Endeng-endeng dapat dikategorikan sebuah perpaduan tarian dan pencak silat. Tradisi ini lazimnya dilakukan masyarakat yang sedang menggelar pesat khitanan (sunat rasul) atau malam pesta perkawinan oleh masyarakat.Tari ini menggambarkan semangat dan ekspresi gembira masyarakat sehari- hari. Tari endeng-endeng merupan tari tradisi yang berasal dari daerah Tapanuli Selatan. Dalam penampilannya, endeng-endeng dimainkan oleh sepuluh pemain yakni dua orang bertugas sebagai vokalis, satu orang pemain keyboard, satu orang pemain tamborin, lima orang penabuh gendang, dan seorang pemain ketipung (gendang kecil). Biasanya lagu yang dibawakan berbahasa Tapanuli Selatan. Setiap tampil, kesenian ini memakan waktu empat jam. Daya tarik kesenian ini adalah joget dan tariannya yang ceria, sesuai dengan lagu-lagu yang dibawakan.
3.Tari Tradisional Sumatera Barat
- Tari Piring

Tari Piring
Tari Piring berasal dari Sumatera Barat, tepatnya di Solok. Pada awalnya, tari piring dilakukan oleh perempuan dan laki-laki untuk membawakan sesembahan kepada para dewa sebagai wujud rasa syukur atas masa panen yang memberikan hasil sangat memuaskan. Mereka menari dengan sangat lincah sembari memegang piring-piring di telapak tangannya. Terdapat tiga jenis variasi gerakan dalam seni Tari Piring, yaitu tupai bagaluik (tupai bergelut), bagalombang (bergelombang), dan aka malilik (akal melilit).
- Tari Payung

Tari Payung
Tari payung adalah sebuah tari berpasangan yang dipentaskan dengan properti utama berupa sebuah payung. Tarian ini sarat dengan nilai-nilai filosofis yang terkait dengan pola kehidupan masyarakat ranah Minang. Berikut ini kami akan mengulas nilai nilai filosofis dari tarian ini lengkap dengan sejarah, gerakan, iringan musik, setting panggung, serta penjelasan lainnya yang masih terkait.
4.Tari Tradisional Riau
- Tari Makan Sirih

Tari Makan Sirih
Tari Makan Sirih hingga kini masih sering dipertunjukkan dalam perhelatan-perhelatan besar untuk menyambut tamu. Oleh karena itu, tari ini disebut juga dengan Tari Persembahan Tamu. Adanya tari penyambutan untuk tamu menunjukkan bahwa, orang Melayu sangat menghargai hubungan persahabatan dan kekerabatan (Haji Tengku M. Lah Husny, 2001).
Gerakan Tari Makan Sirih umumnya menggunakan gerakan pada Tari Lenggang Patah Sembilan. Meskipun demikian, ada perbedaan nama gerakannya di mana untuk Tari Makan Sirih hanya terdapat 2 gerakan saja, yaitu gerakan lenggang patah sembilan tunggal dan ganda. Sedangkan pada Tari Lenggang Patah Sembilan terdapat 3 bagian gerakan, yaitu lenggang di tempat, lenggang memutar satu lingkaran, dan lenggang maju atau berubah arah (Tengku Mira Sinar, ed., 2009). Penari Tari Makan Sirih ini harus memahami istilah-istilah khusus dalam tarian Melayu, seperti igal (menekankan pada gerakan tangan dan badan), liuk (gerakan menundukkan atau menganyunkan badan), lenggang (berjalan sambil menggerakkan tangan), titi batang (berjalan dalam satu garis bagai meniti batang), gentam (menari sambil menghentakkan tumit kaki), cicing (menari sambil berlari kecil), legar (menari sambil berkeliling 180 derajat), dan lainnya (Sinar, ed., 2009).
- Tari Melemang

Tari Melemang
Tari melemang konon telah ada sejak zaman kerajaan Bentan. Ini artinya bahwa tarian tersebut sudah dikenal sejak abad ke-12. Konon, pada waktu itu, melemang bukan termasuk tarian konsumsi rakyat, tetapi tarian istana. Para penarinya pun bukan rakyat biasa, tetapi para dayang yang berasal dari sekitar istana, termasuk daerah yang disebut sebagai Tanjungpisau Penaga. Tarian ini dipersembahkan ketika Sang Raja sedang beristirahat.
Setiap pementasan para penari mempertunjukkan kecakapannya dengan mengambil sesuatu (sapu tangan, uang receh, dan lain sebagainya) dengan cara melemang (berdiri sambil membongkokkan badan ke arah belakang). Oleh karena itu, tarian ini disebut sebagai melemang. Di Tanjungpisau tarian ini lebih dikenal dengan Melemang Penaga atau Tari Melemang Bintan Penaga.
Sesuai dengan tujuannya yang tidak lain adalah menghibur raja, maka kesenian yang memadukan unsur tari, musik dan nyanyi ini mengisahkan tentang kehidupan seorang raja di sebuah kerajaan. Oleh karena itu, ada yang berperan sebagai raja, permaisuri, puteri, dayang-dayang dan lain sebagainya.
5.Tari Tradisional Kepulauan Riau
- Tari Gamelan

Tari Gamelan
Tarian Gamelan merupakan salah satu tarian Melayu klassik. Tarian klasik ini mula di direkodkan dipersembahkan di Istana di empayar Riau dan Lingga dalam kurun ke-17. Tarian ini yang mana di persembahkan secara eksklusif oleh penari wanita boleh di pentaskan secara dalaman ataupun persembahan terbuka. Unsur Jawa boleh di lihat dari segi seni tarian tersebut. Secara estetikanya, tarian ini adalah sangat cantik dan merupakan bentuk tarian yang paling kaya dari segi jenisnya dalam kebanyakan kostum tarian Melayu
- Tari Lenggang Melayu

Tari Lenggang Melayu
Tari Lenggang Melayu tarian adalah tarian yang berasal dari kepulauan Riau dan tarian tersebut dilakuan oleh 3 orang atau lebih.
Komentar
Posting Komentar